LOMBOK TIMUR – Kontingen Lombok Timur bertekad pantang menyerah, tidak mau kalah dengan kabupaten/kota lain dalam keikutsertaan mereka pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB, 15-26 Juli 2026. Mereka menyatakan akan membawa pulang 85 medali emas di multievent empat tahunan NTB itu.
“Mudah-mudahan Lombok Timur naik peringkat dari juara tiga menjadi kedua atau jadi juara umum PORPROV NTB 2026. Semua peluang itu ada, yang penting ada usaha dan kemauan,” tekad Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taufik, saat melepas resmi para atlet PORPROV Lombok Timur, Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan data yang diterima dari panitia PORPROV NTB XII/2026, Kontingen Lombok Timur disebut berkekuatan 538 atlet dan akan mengikuti 44 cabang olahraga. Dengan jumlah atlet sebesar itu, Lombok Timur tentu berharap target 85 medali emas bisa terealisasi.
Satuan Pelaksana (Satlak) Pelatihan Daerah (Pelatda) Lombok Timur sangat optimistis dengan target yang diusung itu. Ketua Satlak Pelatda Lotim, Dedy Irawan, menyebut kesiapan para atletnya sudah maksimal, sehingga diyakini akan memberikan hasil memuaskan di PORPROV nanti.
“Perhitungan 85 medali emas ini berdasarkan atlet yang dipelatdakan. Tapi juga berharap emas juga diraih atlet cabor lain yang tidak masuk Pelatda,” ujar Dedy Irawan.
Dedy mengatakan, untuk melihat hasil Pelatda, Satlak telah melakukan tes fisik tahap kedua secara umum. Namun itu akan dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
“Atlet Pelatda yang diharapkan dapat medali. Tapi bukan berarti meninggalkan atlet yang tidak masuk Pelatda. Yang Pelatda ini cabor yang tidak beregu,” jelasnya.
Pada PORPROV NTB tahun ini, jumlah cabor yang masuk Pelatda sebanyak 27 cabang olahraga dengan 179 atlet masuk program Pelatda. Dedy menegaskan target 85 emas bukan asal-asalan. Tim Satlak melakukan analisa mempertimbangkan beberapa aspek, termasuk rekam jejak prestasi atlet selama ini.
“Kita target bisa naik menjadi nomor dua. Kalaupun bertahan di peringkat tiga, tapi minimal jumlah medali menambah,” katanya.
PORPROV NTB 2026 juga dijadikan ajang orientasi menuju PON. Karena itu persyaratan atlet dimudahkan, yang penting menggunakan KTP NTB.
Dengan pembinaan yang lebih terarah per cabor dan dukungan penuh Satlak, Lombok Timur berharap mampu melampaui capaian sebelumnya dan mengukuhkan diri sebagai kekuatan olahraga di NTB.
“Kita berharap hasil PORPROV tahun ini akan banyak atlet Lombok Timur masuk menjadi atlet PON yang akan di gelar di NTB dan NTT, ” harapnya. /RED_lomboksport.com


Komentar