MATARAM – Semangat juang para srikandi lapangan hijau NTB kembali berkobar. Klub sepak bola wanita Neo Angel FC Lombok, satu-satunya klub perempuan asal NTB yang konsisten eksis di level nasional, kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah menjuarai Kompetisi Piala Pertiwi Regional NTB 2025.
Dalam partai puncak yang digelar di Lapangan Sujarman, Lingsar, Lombok Barat, pada 4–5 Oktober 2025 lalu, Neo Angel FC tampil garang dan solid. Mereka menumbangkan By Boi Nine Lombok Timur dengan skor meyakinkan 3–1. Kemenangan ini mengukuhkan dominasi Neo Angel FC sebagai kekuatan utama sepak bola wanita di Bumi Gora.
Berkat hasil tersebut, tim kebanggaan masyarakat NTB itu resmi berhak mewakili provinsi NTB di ajang Piala Pertiwi Putaran Nasional 2025, yang akan digelar di Yogyakarta mulai 30 Oktober hingga 10 November 2025. Seluruh laga akan dipusatkan di Stadion Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Kepastian keikutsertaan Neo Angel FC tertuang dalam surat resmi PSSI Pusat Nomor 5284/PGD/662/IX-2025 tertanggal 24 September 2025, yang dikirimkan kepada Asprov PSSI NTB. Turnamen bergengsi tersebut akan mempertemukan 16 tim terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia.
CEO Neo Angel FC Lombok, Fetty Fathiyah, menyampaikan bahwa keberhasilan timnya lolos ke tingkat nasional bukan hanya sekadar prestasi, tetapi juga bentuk perjuangan menjaga eksistensi sepak bola wanita di NTB.
“Target kami di Piala Pertiwi Nasional bukan semata soal gelar juara. Kami ingin menjaga eksistensi sepak bola wanita NTB agar tetap diperhitungkan di level nasional,” ujar Fetty dengan penuh semangat, Selasa (14/10/2025).
Ia menegaskan bahwa potensi sepak bola wanita di Lombok dan NTB sejatinya sangat besar. Banyak pemain muda menunjukkan bakat luar biasa, namun sering kali terkendala dukungan dan fasilitas.
“Kami ingin buktikan bahwa talenta pemain perempuan NTB tidak kalah bersaing dengan daerah lain,” tegasnya.
Fetty menambahkan, jika pun secara tim Neo Angel FC belum bisa meraih puncak prestasi di kancah nasional, dirinya berharap para pemain bisa dilirik oleh tim talent scouting Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) di bawah naungan PSSI Pusat.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa pemain Neo Angel sudah sempat dipanggil mengikuti seleksi nasional. Itu artinya, kualitas mereka sudah diakui,” ujarnya bangga.
Di balik pencapaian itu, tersimpan cerita perjuangan yang tak kalah inspiratif. Neo Angel FC hingga kini masih berjuang secara mandiri untuk membiayai seluruh kebutuhan kompetisi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Seluruh biaya transportasi, akomodasi, hingga perlengkapan pemain ditanggung secara swadaya oleh manajemen, pelatih, dan para pemain sendiri.
“Selama ini semua biaya kami tanggung sendiri. Tapi kami tetap berangkat dengan semangat, karena kami membawa nama baik NTB di level nasional,” ungkap Fetty.
Meski dengan segala keterbatasan, tim yang mayoritas berisi pemain muda dari Lombok Timur sekitar 95 persen, dan sisanya Lombok Barat 2 pemain, serta Kota Mataram 2 pemain itu tetap berlatih intensif setiap hari. Mereka fokus memperkuat fisik, taktik, dan mental bertanding menjelang keberangkatan ke Yogyakarta.
“Kami tidak ingin tampil hanya sekadar ikut. Kami ingin menunjukkan karakter kuat perempuan NTB di lapangan hijau,” tambahnya.
Melalui kesempatan ini, Fetty juga berharap ada perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat umum.
“Neo Angel FC bukan hanya tim sepak bola, tapi simbol perjuangan perempuan NTB yang berani bermimpi besar. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar bisa membawa harum nama NTB di ajang nasional,” katanya.
Keberhasilan Neo Angel FC menjadi juara regional NTB sekaligus mengulang sejarah panjang kiprah mereka di dunia sepak bola wanita Indonesia. Sejak berdiri, klub ini dikenal sebagai wadah utama bagi talenta-talenta perempuan NTB untuk meniti karier profesional.
Beberapa alumninya bahkan telah menembus skuad tim nasional sepak bola wanita Indonesia, membuktikan bahwa Lombok memiliki potensi besar di sektor olahraga yang selama ini didominasi laki-laki.
Kini, di bawah bendera Neo Angel FC, semangat itu terus menyala.
“Selama masih ada bola dan lapangan, kami akan terus berjuang,” tutur Kapten Neo Angel FC I Dewa Ayu Ratnasari penuh semangat.
Dari lapangan sederhana di Lingsar, para srikandi Neo Angel FC melangkah mantap menuju Yogyakarta. Mereka bukan hanya membawa bola dan jersey, tapi juga harapan besar bahwa sepak bola wanita NTB masih hidup dan siap bersinar di panggung nasional.
/RED_lomboksport.com


Komentar
https://shorturl.fm/1XIoc