MATARAM – Sebanyak 65 atlet NTB akan bertarung di Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri, di Kudus, Jawa Tengah, pada 11-26 Oktober 2025. Ke-65 atlet NTB itu akan turun di tujuh cabang olahraga (cabor) dari 10 cabor yang dipertandingkan di PON Bela Diri 2025.
Data yang diterima Lombok Sport dari KONI NTB, pada PON Bela Diri ini para atlet NTB akan turun di cabor kempo, pencak silat, karate, tarung derajat, taekwondo, judo dan gulat. Sementara rincian ke-65 atlet NTB tersebut adalah, 19 atlet dari kempo, 9 atlet pencak silat, 12 atlet karate, 15 atlet tarung derajat, 2 atlet judo dan 4 atlet gulat.
Wakil Ketua Umum KONI NTB Bidang Pembinaan dan Prestasi, Agus Suharyan, mengatakan para atlet dari tujuh cabor tersebut akan berangkat ke Kudus, Kamis (9/10/2025).
“Pada PON Bela Diri 2025, NTB akan ikut di tujuh cabor, dengan jumlah atlet 65 orang,” kata Agus Suharyan, Rabu (8/10/2025).
Sementara itu, PON Bela Diri Tahun 2025 yang mengusung tema ‘Bela Diri itu Prestasi’ akan melakukan Opening Ceremony pada 11 Oktober 2025. Dan, untuk Closing Ceremony pada 26 Oktober 2025.
Untuk diketahui, PON Bela Diri ini terselenggara atas kolaborasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Djarum Foundation bersama induk cabang olahraga beserta kontingen. Tujuan menyelenggarakan multievent bela diri tersebut tak lain untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia yang mana merupakan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.
Adapun 10 cabang olahraga bela diri akan dipertandingkan di PON Bela Diri ini. Yakni, pencak silat, tarung derajat, karate, taekwondo, gulat, judo, jujitsu, sambo, kempo, hingga wushu. Terdata lebih dari 2.000 atlet tampil dari berbagai provinsi untuk berlaga pada 223 nomor pertandingan.
Lahirnya PON Bela Diri adalah upaya KONI Pusat dalam meningkatkan jumlah kompetisi dan berdampak positif terhadap kualitas performa atlet. Namun ada lagi dampak positif terhadap tuan rumah, yakni efek ekonomi yakni Sport Industry dan Sport Tourism. Kehadiran multievent nasional menjadi ajang promosi daerah dan masyarakat sekitar venue juga mendapatkan hasil positif dengan adanya peserta yang hadir, mulai sisi akomodasi, transportasi, konsumsi, pariwisata dan lain sebagainya.
PON Bela Diri 2025 diharapkan menjadi ajang unjuk prestasi sekaligus momentum untuk meningkatkan pembinaan olahraga bela diri di Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan. Ajang ini juga menjadi salah satu langkah konkret KONI Pusat dalam memperkuat cabang olahraga non-olimpiade. /RED_lomboksport.com


Komentar