sport ISSUE
Beranda / sport ISSUE / PON 2028 NTB – NTT : Fix! Jakarta Terlibat, Lalu Kapan SK Dikeluarkan Menpora?

PON 2028 NTB – NTT : Fix! Jakarta Terlibat, Lalu Kapan SK Dikeluarkan Menpora?

Para utusan KONI NTB, KONI NTT dan KONI DKI Jakarta saat rakor dengan KONI Pusat, Jumat (27/2/2028).

MATARAM – Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) selaku tuan rumah PON XXII/2028 melalui KONI Provinsi dan Pemerintah Provinsi masing-masing, telah bertemu di Jakarta, Jumat (27/2/2026) lalu. Pertemuan dalam bentuk rapat koordinasi itu bertujuan untuk memfinalisasi venue PON. Satu syarat terakhir yang diminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sebelum teken Surat Keputusan (SK) tuan rumah PON 2028.

Sebelumnya, Menpora Erick Thohir, menegaskan bahwa mereka hanya sedang menunggu rekomendasi final dari KONI Pusat, hasil dari rakor dgn KONI NTB dan KONI NTT serta KONI Provinsi penyangga, menyangkut venue cabor, apa dan dimana dipertandingkan.

“Saya menunggu keputusan KONI Pusat, baru saya mengeluarkan surat resmi mengenai tuan rumah NTB dan NTT, dengan dibantu provinsi mana (sebagai penyangga). Kalau mereka sudah memutuskan provinsi mana yang dipilih untuk membantu (pelaksanaan PON 2028), baru kita keluarkan SK,” kata Menpora kepada para media belum lama ini.

Kini, apa yang ditunggu-tunggu Menpora sudah terpenuhi. KONI Pusat bersama KONI NTB dan KONI NTT telah menggelar rakor, dengan mengundang KONI DKI Jakarta dan memutuskan Jakarta sebagai provinsi penyangga. Pemerintah DKI sendiri sangat siap membantu tuan rumah PON 2028 untuk menggelar beberapa cabang olahraga (cabor) dipertandingkan di Jakarta.

Baca Juga:  Tidak Hadir di Rakernas KONI Pusat, Menpora Dito Diteriaki KONI se Indonesia

Setelah KONI Pusat mengadakan rakor dengan KONI NTB, KONI NTT dan KONI DKI Jakarta dan menghasilkan keputusan final venue-venue cabor, maka satu hal terakhir yang ditunggu-tunggu adalah, SK Penetapan NTB – NTT sebagai tuan rumah PON XXII tahun 2028. Lalu, kapankah SK tersebut akan dikeluarkan Menpora Erick Thohir? Secepatnya?. Atau molor lagi?. Atau apakah akan ada lagi syarat lain?.

Seperti diberitakan lomboksport.com sebelumnya, pembagian cabor PON XXII/2028 telah tuntas dilakukan, dimana NTB dan NTT menggandeng Jakarta. Keputusan krusial ini tuntas dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan PON XXII 2028.

Wakil Ketua KONI Pusat, Suwarno, menandatangani hasil rakor untuk kemudian diserahkan ke Menpora.

Ketua KONI NTB, H Mori Hanafi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesepakatan yang telah dicapai para pemangku kepentingan. Dalam pertemuan tersebut, diputuskan bahwa PON 2028 akan mengusung konsep efisiensi dengan melibatkan Jakarta sebagai provinsi penyangga. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan PON 2028 tidak terbebani oleh pembangunan venue baru yang memakan biaya besar.

Baca Juga:  Ada MotoGP Mandalika 2025, Bagaimana Kamtibmas di NTB?

Berdasarkan hasil kesepakatan rakor tersebut, NTB sebagai salah satu tuan rumah akan menyelenggarakan total 26 cabor. Daftar cabor PON 2028 di wilayah NTB meliputi kategori Olympic, seperti panahan, atletik, basket, dayung, golf, triathlon, voli pasir, panjat tebing, judo, dan angkat besi. Selain itu, KONI NTB juga sukses mengamankan cabor karate serta beberapa cabor populer SEA Games seperti selam, ski air, esport, futsal, dan soft tennis.

Tak hanya itu, sembilan cabor privilege tuan rumah juga tetap diperjuangkan untuk tetap digelar di NTB. Cabor-cabor tersebut antara lain tarung derajat, muaythai, sport dance, hapkido, biliar, bermotor, aerosport, petanque, padel, dan berkuda-memanah.

”Cabor privilege tetap kita perjuangkan karena ini tidak membutuhkan venue baru, sehingga sejalan dengan prinsip efisiensi PON 2028,” tegas Mori.

Di sisi lain, terdapat beberapa cabor yang awalnya direncanakan di NTB dan NTT, namun akhirnya dipindahkan ke Jakarta. Penyesuaian ini dilakukan karena Jakarta dinilai sudah memiliki fasilitas yang mumpuni. Cabor yang resmi digeser ke Jakarta dalam gelaran PON 2028 ini meliputi akuatik, anggar, senam, hockey, menembak, balap sepeda, berkuda-equestrian, baseball/softball, tenis lapangan, rugby 7, gulat, ice skating, skateboard, dan boling.

Baca Juga:  KONI NTB di Rakernas KONI Pusat, Pertegas Kesiapan Jadi Tuan Rumah PON 2028

Langkah ini diambil demi menjaga kualitas pertandingan tanpa harus memaksakan pembangunan infrastruktur baru di daerah.

Sementara itu, NTT akan menjadi panggung bagi 22 cabor PON 2028. Cabor yang akan digelar di NTT adalah bola tangan, voli indoor, layer, modern pentathlon, selancar ombak, tenis meja, cricket, bulutangkis, sepak bola, taekwondo, dan tinju yang merupakan cabor Olympic.

Ditambah dua cabor DBON, yakni pencak silat dan wushu. Cabor SEA Games seperti kickboxing, sepak takraw, dan catur. Cabor world games yakni aerosport dan angkat berat. NTT juga mengusulkan sejumlah cabor privilege yakni, kempo, gateball, berkuda-pacuan, dan barongsai.

Mori Hanafi berharap, dengan tuntasnya pembagian ini, KONI NTB dan pihak terkait bisa segera fokus pada persiapan atlet dan optimalisasi fasilitas yang sudah ada demi kesuksesan PON Nusa Tenggara XXII/2028. /RED_lomboksport.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BOLA

OTOMOTIF

TRAVELING Sport

No posts found

MEREKA BICARA OLAHRAGA NTB

No posts found

ADVERTORIAL

GALLERY

VIDEO

Pilihat Editor

Populer Bulan Ini

× Advertisement