sport ISSUE
Beranda / sport ISSUE / Diteriaki Karena Tidak Hadir, Menpora Dito Akhirnya Nongol di Rakernas KONI

Diteriaki Karena Tidak Hadir, Menpora Dito Akhirnya Nongol di Rakernas KONI

Menpora, Dito Ariotedjo, akhirnya hadir di Rakernas KONI, Sabtu (6/9/2025).

JAKARTA – Respon dari peserta Rakernas KONI 2025 atas ketidakhadiran Menpora, Dito Ariotedjo, pada saat pembukaan Rakernas, Jumat (5/9/2025), cukup membuat pihak Kemenpora tidak berdaya.

Utusan Menpora yang diwakilkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Raden Isnanta, mendapat sambutan sinis dari peserta Rakernas.

Ratusan peserta Rakernas yang hadir tampak kecewa dengan ketidakhadiran Menpora Dito. Kekecewaan itu ditumpahkan saat Raden Isnanta memberi sambutan.

Suasana di JICC kontan riuh. Tanpa dikomando para peserta berteriak huuuh…. Raden Isnanta pun merasa tak nyaman dan langsung turun dari podium.

“Jika kehadiran saya mewakili Menpora tak diinginkan saudara-saudara, saya tidak akan berlama-lama berdiri diri. Terima kasih,” kata Raden Isnanta saat itu.

Menanggapi peristiwa tersebut, akhirnya Menpora Dito Ariotedjo pun mendatangi Rakernas KONI, Sabtu (6/9/2025).

Baca Juga:  Cricket NTB Siap Gebrak PORPROV dan Sumbang Medali di PON 2028

Menpora Dito mempersilahkan beberapa perwakilan KONI baik pusat maupun daerah, serta pengurus cabang olahraga untuk bertatap muka dan membicarakan soal Permenpora Nomor 14/2024 yang kontroversi.

Hingga berita ini ditulis, masih berlangsung pertemuan Menpora dengan perwakilan KONI dan cabang olah raga.

Persoalan Permenpora 14/2024 ini memang menjadi perdebatan hangat di kalangan dunia olahraga Indonesia. Pasalnya, Permenpora yang akan diberlakukan pada Oktober 2025 itu bertentangan dengan semangat olahraga dan Olympic Charter.

Pada sisi lain, meski belum diberlakukan secara nasional, namun dalam praktiknya, banyak Dispora di beberapa daerah yang sudah memberlakukan Permenpora tersebut.

Alhasil, dana pembinaan untuk KONI tidak bisa digelontorkan sehingga ada beberapa KONI yang terancam kehilangan sekretariatnya lantaran tidak bisa membayar sewa gedung.

Baca Juga:  Tidak Hadir di Rakernas KONI Pusat, Menpora Dito Diteriaki KONI se Indonesia

Pembinaan atlet pun mengalami kendala karena dana pembinaan sudah tidak bisa didapatkan lagi dari Dispora.

Dalam pertemuan dengan Menpora, Staf Ahli Ketum KONI Pusat Bidang Organisasi, Benny Riyanto, meminta agar segera dilakukan revisi Permenpora dengan melibatkan insan olahraga yang ada di KONI dan cabang olahraga.

“Kami meminta diberi kesempatan kepada semua KONI dan PB cabang olahraga untuk bersama-sama dengan Kemempora duduk bersama untuk merevisi Permenpora ini,” katanya.

“Karena proses pembentukan regulasi itu dimanapun itu harus ada harmonisasi. Saya juga mendengar insan olahraga manapun tidak dilibatkan dalam proses lahirnya Permenpora ini,” tambahnya.

“Oleh karena itu kita perlu duduk bersama untuk merevisi Permenpora ini dengan melibatkan KONI Pusat, KONI Daerah, KONI Kabupaten/Kota dan cabang olahraga bersama dengan timnya Menpora,” jelas Benny.

Baca Juga:  PBPI NTB Sudah Terbentuk, Padel Siap Ramaikan PORPROV NTB 2026

Sementara La Nyala, Ketua Umum PB Muay Thai mengatakan dirinya sudah mengirim surat kepada Presiden Prabowo untuk meminta agar Permenpora Nomor 14/2024 segera dicabut.

La Nyalla menyoroti beberapa kejadian di daerah-daerah yang simpang siur sehingga membawa dampak yang merugikan dalam pembinaan atlet.

“Saya pernah di banned sewaktu di PSSI gara-gara cawe-cawenya Menpora ke PSSI. Nah, ini akan bisa terjadi lagi nih. Kalau sampai ini terjadi, ini bukan hanya PSSI saja yang di banned, mungkin cabang olahraga lainnya,” ujar La Nyalla. /RED_lomboksport.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BOLA

OTOMOTIF

TRAVELING Sport

No posts found

MEREKA BICARA OLAHRAGA NTB

No posts found

ADVERTORIAL

GALLERY

VIDEO

Pilihat Editor

Populer Bulan Ini

× Advertisement