MATARAM – Ardiansyah dari cabang olahraga muaythai, menjadi satu-satunya atlet NTB yang dipanggil Negara untuk membela Merah Putih dalam Islamic Solidarity Games 2025, di Riyadh, Arab Saudi. Atlet kelahiran Dompu itu berangkat bersama 38 atlet dari provinsi lainnya dan akan berjuang membela Indonesia pada 7-21 Nopember 2025.
Sebelum bergabung bersama rekan-rekannya di Riyadh, Ardiansyah berkesempatan pamit ke KONI NTB dan diterima para wakil ketua, Kamis (6/11/2025) siang. Agus Suharyan (Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi) dan Hj. Husnanidiaty Nurdin (Wakil Ketua Bidang Organisasi) memberi semangat kepada Ardiansyah, untuk kemudian melepas keberangkatan atlet peraih medali perak untuk NTB pada PON XXI itu.

Wakil Ketua KONI NTB memberikan semangat kepada Ardiansyah.
Ardiansyah pamitan ke KONI NTB didampingi pelatihnya selama berlatih di Phoenix Gym, Indra Gunawan. Usai pamitan, Ardiansyah langsung menuju Bandara International Lombok tujuan Jakarta untuk bergabung bersama atlet Indonesia lainnya dan meneruskan penerbangan ke Arab Saudi.
“Ini pertama kali saya ikut Islamic Solidarity Games. Meski begitu, target saya harus menang, menang, menang,” ucap Ardiansyah kepada lomboksport.com.
Untuk diketahui, Indonesia mengirim 39 atlet untuk bersaing dalam Islamic Solidarity Games 2025 ini. Para atlet tersebut akan tampil pada tujuh cabang olahraga, termasuk pencak silat yang hadir sebagai nomor eksebisi.
Keikutsertaan Indonesia tahun ini tidak dengan kekuatan penuh karena sejumlah atlet tengah fokus mempersiapkan diri menuju SEA Games 2025 di Thailand pada akhir tahun. Meski demikian, kontingen Merah Putih tetap membidik prestasi terbaik.
Anggar menjadi cabang dengan jumlah wakil terbanyak, yakni 12 atlet, diikuti angkat besi yang mengirim sembilan lifter.
Renang menurunkan delapan perenang, sementara muaythai dan gulat masing-masing menurunkan tiga atlet. Adapun pencak silat serta balapan unta mengirim dua atlet.
Islamic Solidarity Games 2025 diikuti 57 negara anggota dan mempertandingkan 21 cabang olahraga utama. Indonesia sendiri memiliki sejarah manis pada ajang ini, termasuk ketika tampil sebagai juara umum pada ISG 2013 di Palembang dengan torehan 36 emas, 34 perak, dan 34 perunggu.
Pada edisi terakhir di Konya, Turki tahun 2022, Indonesia menempati peringkat ketujuh dengan 13 emas, 14 perak, dan 29 perunggu. /RED_lomboksport.com


Komentar
https://shorturl.fm/YucqS
https://shorturl.fm/4jLrO